Let Me Go part 12

R: makanan siap! Ayo kita makan!

D: un! Baiklah!

R: oo ia! Maap kelupaan!! Minumannya lupa dibawa kluar..

H: oo.. gapapa.. biar aku yang ambilkan..

R: tak apa.. kmu duduk saja.. ehmm.. Chinen..

C: yaa?

R: bisa tolong ambilkan minumannya di dapur?

C: baiklah! *pergi*

A: grr~

H: sabarlah Aiko

A: uuh!! Baik!

*mnuman dateng*

R: ayo kita makan!

All: itadakimasu!!

Ukkhh

Brukk

*Daiki Side*

Shit!! Bnar kan dugaanku!! Wanita itu benar” jahat!

Dy memberikan obat tidur ke makanan” tadi!

Sekarang kami semua diikat dan dimasukan ke gudang!!

grr

Untung aku hanya makan sedikit tadi!

Dan juga!

Untunglah aku sempat memberitahu Haru untuk jgan makan banyak” tadi..

Apakah ia mendengarkan ku??

Akan coba kupanggil!!

“Haruu..!! Haruu!!”

Sepertinya ia tidak dapat mendengarkanku!

Kenapa ia jauh sekali sih!!

“HARU!!!” triak ku

“ukhh..”

Haru! Akhirnya dy sadar!!

“ heh? Ada apa ini??” katanya

“ dugaanku benar! Wanita itu jahat! Dy memasukan obat tidur ke makanan kita! “ kataku menjelaskan

“grr!! Huuft! Ayo kita bgunkan yg lain” katanya memberi saran

“itu hal terbaik yg dapat kita lakukan sekarang” kataku sambil mulai membangunkan Yuuki disebelahku

Setelah 10 menit berlalu akhirnya mereka smua sadar

“ ayo saling membantu membuka ikatan ini!!” kataku memberi perintah

“baiklah!!” kata mereka serempak

Tapi sepertinya kami kekurangan 1 orang!

1,2,3, dan aku,4

Kita kurang 1 orang!

Chinen! Ya benar! Kmna dy?

A: mana Chinen?!!

Y: hah? Iya! Mana dy?

H: jgan” dy sudah dibunuh oleh perempuan jahat itu!!

BRAK!!

*Pintu kebuka*

R: heh? Ternyata kalian sudah sadar yah!!

Y: kamu kemanakan Chinen!!?

A: awas kalau kamu sampai berani melukainya!

R: heh? Siapa yang akan melukainya! Ia sekarang adalah anak buahku!!

Y: a..anak buah??

R: iaa!

D: jangan” dy mengkhianati kita!

Y: nggak mungkin!!

A: iya! Aku percaya dengan Chinen!

R: jgan berisik!! Chinen kemari!!

*Chinen datang*

R: habisi mereka!!

A: chinen? Kamu tidak terluka kan?

C: … *jalan mndekat*

D: kamu beneran  berkhianat?!

C: … *jalan mndekat*

Y: itu bohong kan Chinen?

C: … *jlan mendekat*

H: sepertinya ada yg salah dengannya!!

Braak

*Chinen menonjok dinding di sebelah Haru hingga hancur*

D: shit! Sepertinya ia serius!! *ambil ancang*

Chinen mengangkat meja dan menatap tajam kearahku!

Pasti aku yang jadi sasaran dy!

Segera kubuat sebuah senjata dari frame photo terdekat!

*Bruak*

Huuft! Untung aku bisa menghindari  meja besar itu!!

*dor..dor..dorr* tembakku..

Dengan lincahnya ia melindungi dirinya dengan kursi disebelahnya

*brak* dilemparkannya kursi itu kearahku!

Uukhh! Aku tak sempat menghindar dan akupun terlempar ke tembok

Baru tau aku ternyata sebesar ini kekuatan Chinen!

Uhuk..uhukk..

Sial! Hanya karna lemparan kursi itu aku hingga batuk berdarah begini!

Melihat aku masi lemas di tembok dy membalikan badan dan mulai mengincar Aiko

Ukhh..

Akan kugunakan kesempatan ini untuk membuat senjata sebanyak”a

“Haru! Tangkap ini !!” kulemparkan AK-47 padanya

*jedeer!* Haru menembak Chinen dengan AK-47 yang baru saja kuberikan !

Chinen pun berdarah tapi serasa tidak terluka ia terus bejalan kearah Aiko dan bahkan ia sedang mengangkatnya sekarang

*jeder! * tembak Haru lagi

Tapi Chinen tetap terlihat seperti tidak merasakan tembakan itu dan malah melempar Aiko dengan keras ke lantai

Aiko langsung pingsan ditempat!

Shit!

Apakah ia tidak bisa lebih memelankan tenaga besarnya itu!!

Sekarang ia malah menuju Haru!

Tak akan kubiarkan ia menyakiti Haru!

*door* kukeker kepalanya dengan Magnum Sniper Rifle ku tapi dengan sigap ia melindungi kepalanya dengan bersembunyi dibelakang sofa

Sepertinya sekarang ia merasa aku sangat mengganggu dan kembali menyerangku!

Ia lempar sofa itu ke arahku

Ukkhh

Pandanganku jadi kabur..

“Daikii” ku dengar suara seseorang berteriak memanggil namaku

*dor*

*pingsan*

*Haru’s side*

“Daikii!!!”

*dor* kutembak Chinen yang saat itu masih memperhatikan Daiki

Ia mulai membalikan badannya dan berjalan ke arahku

Aku berlari menghindari lemparan barang” darinya

Sial! Aku terpojok! Kalau sudah seperti ini..

*dor..dorr..dor* tembakku

Chinen memang sempat berhenti sbentar tapi itu tidak membuatnya stop

Ia terus berjalan ke arahku

*dor* tembakku trakhir kaliny

Dy angkat tubuhku dengan mudahnya bagaikan mengangkat sebuat pensil

Karna tak mungkin aku bisa selamat..

Aku langsung melempar kan senjataku kearah Yuuki yang masih terduduk dengan gemetaran di ujung ruangan

“Yuuki!! Pakai senjata itu!!” teriakku bersamaan dengan Chinen melemparku ke lantai

*buaakk*

*pingsan*

*Yuuki’s side*

“ha..ruu” ucapku dengan suara lirih sama seperti berbisik

Sebenarnya aku ingin beteriak memanggilkan namanya

Tapii apa boleh buat aku tidak bisa mengendalikan volume suaraku sekarang

Tempat ini sudah seperti tempat perang

Darah dmna”..

Barang”a berantakan

Dan sekarang didepanku ada Chinen yang sedang berjalan ke arahku dengan bersimbah darah

Pliiss!! Jgan ke arahku!!

Tba” aku teringat dengan senjata yang dilempar Haru tadi

Senjata itu tepat berada di sebelah kanan tanganku

Ku ambil senjata itu dan mencoba untuk berdiri

Setelah berhasil untuk berdiri aku coba kendalikan tanganku yang sejak tadi bergemetar dengan hebat

Ku arahkan senajat ini kea rah Chinen yang hanya berjarak 5 langkah dariku

Ketika ingin menekan pelatuknya

Tba” aku kehilangan kekuatan di jariku..

Jariku tidak bisa bergerak sesuai keinginanku

Jari ini hanya bsa terdiam ditempat

Saat ini Chinen sudah berada tepat didepanku

*plaak* di pukulnya tanganku hingga senjataku jatuh ke lantai

Kakiku kehilangan tenaganya dan kembali terjatuh

Aku terduduk sambil melihat kearah mata Chinen yang benar” tidak kukenali

Sekarang aku sudah pasrah akan apa yang akan terjadi nanti

Ku lihat Chinen dari bawah tanpa bisa memalingkan pandanganku

Ia angkat diriku dan disaat itu jga aku benar” pasrah dan menutup mataku

“Chi..nen” hanya itu yang dapat keluar dari mulutku

Tba” kurasakan tanganny bergetar hebat ku beranikan diri untuk membuka mataku perlahan

Kulihat dihadapanku terdapat sesosok Chinen yang selama ini kukenal

Dy turunkan diriku dengan perlahan

“l..la.ri..” katanya pelan

“chi?? Chineen??!! Kamu sudah sadar?” kataku

*bruaak* tangannya menonjok dinding disebelahku hingga hancur

Ditariknya kembali tangannya dan sekarang berancang” untuk menonjokku

Kututup mataku karna pasrah jaraknya dan diriku hanya sekitar 1 langkah saja

Tonjokan itu pasti mengenaiku

Kutunggu tunggu tonjokan itu..

Tapi tidak datang” jga

Kuberanikan diriku untuk membuka mata

Kulihat Chinen sedang berusaha keras untuk melawan tangan kananny

Tangan kirinya berusaha menarik tangan kanannya yang akan menonjokku

“A..AKU TAK AKAN KALAH DAARIMU, RIISA!!” teriak Chinen tiba”

Dan ia langsung menonjok wajahnya

*buakkhh*

mulutnya berdarah

tba” Riisa meloncat ke arahku dan menarik daguku

“apa bagusnya sih cewek culun ini??” katanya

aku yang sudah biasa di katai seperti itu hanya bsa terdiam

tba” Chinen menepas tangan Riisa dari daguku dan berdiri di depanku

“JANGAN PERNAH MENYENTUHNYA DENGAN TANGAHN KOTORMU!” teriakny

“aku hanya tidak dapat mengerti.. mengapa kamu lebih memilih cewek culun dan jelek itu ketimbang aku yang cantik ini” tanya Riisa

“KAMU CANTIK?! MUNGKIN WAJAHMU MEMANG! TAPI HATIMU!! BUSUK!” teriak Chinen sambil menarik tanganku

“lari” bisiknya ditelingaku dengan lembut

“a..akuu” kataku

“lari! sekarang!! pliis” bisiknya lagi

“ba..baiklah” kataku

aku berlari sekuat tenaga ku ke arah pintu

tba” makhluk bersayap hitam menghalangi pintu kluar itu

“RIISA!!” triak Chinen dari bawah

“rii..sa??” kataku tak percaya bahwa makhluk ini adalah Riisa

“hyaa??” katanya..

“kau tak akan bisa kluar dari sini Yuuki!!” katanya sambil menghancurkan pintu hingga pintu itu tertutup dengan batu”an

“Yuuki!! kemari!!” kata Chinen

aku yang dari tadi terdiam akhirnya dapat berpikir jernih lagi dan berlari ke arah Chinen

tapi makhluk itu mendahuluiku dan menangkapku ke udara

“Riisa!! turunkan dy!!” triak Chinen

“huh? buat apa?” tanya Riisa

“RIISA!! AKU TAK AKAN MEMAAFKAN MU JIKA IA TERLUKA!!” teriak Chinen dari bawah

“kenapa?? kenapa Chii?!! knpa kamu lebih memilih dy?! jlas” aku lebih smpurna dari dy!!” tanya Riisa

sesaat aku melihat air berwarna biru menetes dari matanya

“apakah.. itu.. air mata?” tanyaku dalam hati

“KAU TANYA KENAPA?! AKU!! AKU MENYUKAINYA!” teriak Chinen

aku tak dapat berpikir apa-apa saat itu dan sepertinya Riisa juga kami ber2 hanya terdiam sampai..

“TURUNKAN DIA RIISA! KAMU BOLEH MENGAMBIL NYAWAKU SEBAGAI GANTINYA!!” teriak Chinen lagi

“huh.. jadi? kau rela mengorbankan nyawamu demi wanita jelek ini?.. baiklah” kata Riisa sambil melepaksanku dari tangannya

“aaaaaaaaaaa” teriakku aku terjatuh dari ketinggian 4 kaki diatas lantai marmer

“hup” ternyata aku ditangkap oleh Chinen dibawah

“a..arigatou!!” kataku

“hmm.. douita” katanya

“kau sudah benar-BENAR MEMBUATKU MARAH CHINEN!!” kata Riisa

tubuhnya berubah menjadi makhluk mengerikan

aku bahkan tidak dapat lagi mengenalnya

“bersiaplaah!!” katanya

“Yuuki.. berdiri di belakangku!” kata Chinen

“un!” kataku seraya berdiri di belakang punggungnya

Riisa mengepakkan ke 2 sayapnya yang membuat smua benda di ruangan itu terbang berputar mengelilingi kami

kugunakan kekuatanku untuk membuat benda itu kembali ke tempatnya smula

“huuh? jadi itu kekuatanmu? lumayan!” kata Riisa yang tiba” berdiri di belakangku

tubuhku diangkatnya dan dilemparnya ke pojok ruangan

“ukhh” darah kluar dari mulutku

“Yuuki!!” teriak Chinen

“kauu!! ” kata Chinen

tiba” udara disekitar Chinen berubah

tatapan mata Chinen tajam kearah Riisa

dapat kulihat bahwa ia sangat marah saat itu

“jadi kau mulai serius yah Chinen?” kata Riisa

“terima ini!!” kata Chinen sambil melemparkan tonjokannya ke arah Riisa

Riisa terkena telak pukulan itu dan mundur ke belakangan sambil muntah darah

“baiklah.. aku tak akan segan” lagi!!” kata Riisa

mereka ber2 bertempur dengan cepatnya hingga aku tak dapat melihat apapun

tiba” mereka memelan dan aku dapat melihat gerakan mereka ber2

Chinen dan Riisa sepertinya sudah benar” di batasnya

ku kerahkan semua tenagaku untuk duduk dan ku keluarkan kekuatanku

ku angkat sofa didekatku dan menghantamkannya ke kepala Riisa

ia berbalik dan melihatku

“ru.. rupanya kamu belum mati?” katanya

ia terbang ke arahku dan kembali mengangkatku

“door!” tembah Haru dari belakang Riisa

aku terlepas dari genggaman Riisa dan terjatuh ke lantai

“jadi kau masih selamat juga yah Haru?” tanya Riisa

Riisa mengepakkan sayapnya lagi dan membuat angin kuat bertiup darinya

Haru yang masih lemah terlempar ke arah dinding

ia kembali pingsan

*bruaak* chinen melemparkan lemari besi di pojok ruangan ke kepala Riisa

Riisa tersungkur ke tanah kesakitan

saat itu juga Chinen dengan sigap melemparkan smua benda disekitarnya ke arah Riisa

akhirnya Riisa kembali ke sosoknya semula dan menghilang

Chinen segera menghampiriku dengan langkah yang terpatah-patah

“daijoubu?” tanyanya lembut

“hai!” kataku

saat itu juga ia pingsan disebelahku

pasti ia sangat kelelahan dan kesakitan

akupun tak dapat menahan diri lagi

aku pingsan..

“Yu..Yuuki!!”

kudengar suara seseorang memanggilku

kubuka mataku dan melihat Haru dan Daiki di depanku

“akhirnya kamu siuman juga Yuuki!!” kata Haru sambil memelukku

“ada.. apa?” tanyaku

“kau sudah pingsan selama 1 minggu! dan sepertinya tanganmu patah.. tapi kata dokter itu akan sembuh selama 3 bulan.. jadi santai saja” jelas Daiki

“oohh..”

….

“ooh ia!! bagaimana dengan.. Chinen?” tanyaku

“ehmm.. ia masih pingsan dan ia terluka sangat parah 3 tulang rusuknya, tulang kakinya dan tangannya patah, belum lagi luka tembakan” kata Haru

“apa?!” teriakku

“tapi ia masih berkemungkinan untuk sembuh” jelas Daiki

“dimana ia sekarang?!” tanyaku panik

“Aiko sedang menemaninya.. ia ada di ruang sbelah” kata Haru

“bawa aku kesana!” pintaku

“tapi kamu masih belum sembuh total Yuuki!! kata Haru!

“tolonglaah!! pliiss” pintaku bersungguh sungguh

“baiklah” kata Daiki

mereka berdua memapahku ke ruangan sebelah

“Chinen!” teriakku

ku lihat Chinen pingsan diatas kasur dengan hampir 1/2 dari badannya di balut

“Yu..uu..kii” kata Chinen sambil membuka matanya perlahan

“Chi!!” teriak Aiko!

“Chinen! kamu sadar?!” kataku

“i..iaa” katanya tersendat-sendat

“makasih Chinen! kamu telah melindungiku dari Riisa” kataku

“douita” katanya sambil tersenyum kearahku

part 12 end–

Advertisements