beberapa cool facts!

Pembunuh Keji: Leonarda Cianculli

Gadis Ngobrol

 

Ternyata pelaku kejahatan tidak hanya didominasi oleh para pria, lho. Kalau membaca kasus pembunuhan di bawah ini, pasti kita nggak menyangka pelakunya adalah seorang wanita yang seharusnya berhati lembut dan berjiwa keibuan.

Leonarda yang lahir di Montella, Italia mengalami masa kecil yang kurang bahagia. Ibunya tidak memberikan kasih sayang, karena Leonarda sendiri lahir akibat korban perkosaan. Ketidakbahagiaan ini membuat Leonarda sempat dua kali mencoba bunuh diri saat remaja. Leonarda menikah pada tahun 1914, dan pernikahan ini mendapat pertentangan bahkan dikutuk oleh Sang Ibu. Leonarda pun hidup berpindah-pindah, dan menjalani kehidupan yang cukup sulit.

Sempat beberapa kali mengandung, tiga di antaranya mengalami keguguran. Bahkan dari sepuluh anak yang berhasil dilahirkan, semuanya meninggal di usia remaja. Nggak heran, saat kemudian dia dikaruniai 4 orang anak, Leonarda jadi over-protective terhadap anaknya. Bahkan dia termakan omongan peramal, bahwa jika dia ingin anak tertuanya yang sedang ikut Perang Dunia II tetap sehat, Leonarda harus mengorbankan perempuan separuh baya sebagai tumbal.

Sejak itulah pembunuhan berantai ini dimulai. Yang mengerikan, wanita ini terkenal dengan julukan “Soap-Maker of Correggio”. Itu karena semua tubuh korban yang dia bunuh, kebanyakan dia “olah” lagi bersama bersama soda api dan cologne, untuk kemudian dijadikan sabun.  Bahkan darahnya pun digunakan Leonarda sebagai campuran kue kering yang dia sajikan kepada para tetangganya. Sadis!

Tahun 1946 kasus ini terbongkar, dan tidak lama kemudian proses peradilan pun berlangsung. Anehnya, Leonarda sama sekali nggak menunjukkan penyesalan atas apa yang sudah dilakukan kepada 3 korbannya, yaitu Faustina Setti, Fransesca Soavi, dan Virginia Cacioppo. Maka para penegak keadilan pun beranggapan bahwa wanita ini mengalami gangguan jiwa. Leonarda menghabiskan sisa waktunya selama 30 tahun di penjara dan 3 tahun di rumah sakit jiwa khusus pelaku kriminal. Sampai sekarang namanya terkenal sebagai pembunuh berantai paling sadis di seluruh Italia.

Tuts Berhantu

Gadis Ngobrol
Apakah kamu termasuk penyuka tantangan dan berani uji nyali? Kalau iya, saat sedang berlibur ke North Carolina, coba deh mampir ke sebuah Gereja bernama Kadesh Methodist Church. Karena di sana ada sebuah organ yang sering berbunyi, tanpa ada yang memainkannya!

Cerita misteri dari Gereja yang terletak di Cleveland County ini , berawal dari sebuah keluarga, sepasang suami-istri dan anak mereka yang berumur 9 tahun. Keluarga ini rutin memainkan organ di Gereja setiap hari Minggu. Suatu saat, sang suami yang pekerja bangunan pulang membawa dinamit yang biasa digunakan di tempat kerjanya, dan menaruhnya di basement rumah mereka.

Beberapa hari kemudian, dia pergi ke luar rumah bersama istrinya, dan meninggalkan anaknya sendiri. Sepertinya mereka lupa bahwa nggak seharusnya anak itu ditinggal dengan dinamit di ruang bawah tanah. Tanpa pernah diketahui penyebabnya, terjadi ledakan di rumah itu. Saat pasangan suami-istri itu pulang, mereka hanya menemukan rumah mereka yang terbakar, dan serpihan tubuh anak mereka di halaman rumah tetangganya.

Sang suami sangat terpukul dan meratapi kebodohannya. Sebagai persembahan terakhir untuk anaknya, dia memainkan musik yang begitu indah dan menyayat orang-orang yang datang pada prosesi pemakaman anaknya dengan alunan organ gereja. Sejak pemakaman itu, dia nggak pernah kembali ke gereja, sampai kematiannya beberapa bulan kemudian menyusul sang anak. Tragis! Sekarang, banyak orang yang masih mendengar lagu yang dimainkan oleh pria itu saat pemakaman anaknya. Tentu saja, organ itu ‘memainkan’ musiknya sendiri, dan sebuah penampakan gadis kecil di pemakaman dekat gereja.

Misteri Biola Annie Harriet

Gadis Ngobrol
Alunan biola yang merdu dan syahdu, memang bisa membuat siapa saja terkesima mendengarnya. Tapi, kalau alunan biola itu terjadi di sebuah pemakaman, tanpa kita tahu siapa yang memainkannya, duh, itu sih malah bikin merinding!

Di kompleks pemakaman Elmwood Cemetery, Illinois, Amerika, tersimpan sebuah kisah misteri tentang Annie Harriet. Alkisah, selama hidupnya, Annie suka sekali bermain biola. Ia sering menunjukkan bakatnya itu di depan keluarga dan teman-temannya. Sayangnya, umur Annie nggak panjang. Di usianya yang ke-11, tepat seminggu setelah perayaan ulang tahunnya, Annie meninggal dunia karena penyakit difteri. Namun, beredar cerita lain tentang penyebab kematiannya. Yang paling tragis, Annie meninggal karena dipukul ayahnya dengan biola, alat musik kesayangannya.

Akibat kematiannya yang masih misterius ini, banyak cerita horor yang beredar di pemakaman Annie. Setiap malam, terdengar alunan biola lembut dari makamnya. Ada juga yang melaporkan, pernah melihat air mata turun dari monumen berupa patung Annie dan biolanya, yang didirikan di atas makamnya. Bahkan, sekelompok pemburu hantu, pernah menyaksikan patung tersebut memancarkan sinar. Seram, ya?

Teketeke: Hantu Berbadan Setengah

Gadis Ngobrol
Di antara sekian banyak urban legend di Jepang, kisah tentang perempuan yang satu ini nggak pernah ketinggalan diceritakan. Teketeke, begitu dia disebut, nggak cuma sukses bikin bergidik, tapi kisahnya pun tetap hidup selama bertahun-tahun. Kenalan yuk sama hantu yang satu ini!

Rel Kereta Api
Tingginya tingkat bunuh diri di Jepang adalah awal mula dari urban legend yang satu ini. Pasalnya, Teketeke sebenarnya adalah seorang perempuan muda yang meninggal karena melompat ke rel kereta api dan tertabrak kereta api yang melintas. Waktu ditemukan, badan perempuan itu terbelah dua antara badan atas dan badan bawah. Nggak jelas apa alasannya berdiri di dekat rel saat itu, tapi diduga dia bunuh diri. Perempuan itu kemudian menjadi hantu yang gentayangan membawa pisau sabit hanya dengan badan bagian atasnya saja.

Suara Teketeke
Karena nggak berkaki dan hanya punya setengah badan saja, hantu Teketeke ini harus berjalan dengan tangannya dan menyeret badannya. Suaranya waktu menyeret badannya dengan cepat inilah yang menyerupai bunyi teketeke. Makanya, akhirnya nama Teketeke dipakai untuk menyebut hantu ini. Teketeke biasanya muncul di malam hari setelah matahari terbenam dan mengincar anak sekolah yang pulang terlambat. Ngerinya, siapa pun yang bertemu dengan hantu ini bakal dibelah tubuhnya menjadi dua dengan sabit yang dibawanya.

Rokurokubi, Siluman Versi Jepang

Gadis Ngobrol
Kalau ditanya hantu cewek yang paling menyeramkan di Jepang, pasti yang langsung terlintas adalah Sadako. Tapi ternyata bukan cuma sadako lho hantu berwujud cewek yang paling menyeramkan. Masih ada lagi hantu cewek yang nggak kalah menakutkannya, yaitu Rokurokubi. Konon kisah horornya ini benar-benar terjadi di Jepang.

Menurut mitos, Rokurokubi atau yang nama lainnya The Long Neck Woman awalnya merupakan manusia normal. Tapi berdasarkan cerita, karena melanggar ajaran agama Budha, maka ia berubah menjadi siluman. Dalam keseharian, Rokurokubi berwujud manusia pada siang hari bahkan memiliki suami. Malahan karena sudah terbiasa hidup di lingkungan manusia, tak ada yang mengetahui tentang wujud sebenarnya di malam hari.

Pada malam hari, Rokurokubi berubah menjadi menakutkan dengan leher memanjang dan wajah yang menyeramkan. Kebiasaanya di malam hari adalah menakuti manusia yang suka melanggar ajaran agama Budha, laki-laki yang suka mabuk, orang bodoh dan orang yang sedang tidur. Ia melakukan penampakan tersebut karena sangat menyukai keisengan tersebut. Terkadang, hantu ini sangat jahat karena suka memangsa manusia untuk meminum darahnya.

all informations crédit to : http://www.gadiss.co.id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s